BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 14 Februari 2011

eh eh ,.. tau ga sih ...

Sumber Penyakit Berbahaya Yang Ada di Rumah Tanpa Kita Sadari!

Pergantian musim yang tidak menentu bisa menimbulkan berbagi penyakit. Tetapi, siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya.
Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Seperti dikutip Gineus Beauty, inilah daftar barang-barang yang bisa mengancam kesehatan Anda, yaitu :

#Talenan kayu#

Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak.
Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri itu akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

#Sikat gigi#

Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

#Talenan plastik#

Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi.
Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

#Handuk dan bantal#

Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.Sementara itu, pada bantal bakteri yang mengumpul dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam.
Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap dua tahun sekali.

 SO BUAT KALIAN KALIAN YANG MUNGKIN BARU TAU, MULAI SEKARANG COBA PERIKSA YA,.. DAN MULAI HATI HATI DAN WASPADA,,,
:)

Minggu, 13 Februari 2011

"VALENTINE" oh noooooooo !!!

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

NAH DIDALAM KEHIDUPAN GUE ....
valentine itu ga pernah ada, mungkin gue selalu ngehayalin ngerayain valentine..
tapi itu percuma, karna ga bakal terjadi ...
lagipula sapa juga orang yang mau ngasih ngasih coklat, boneka, bunga, atau apalah itu yang biasa cewe terima dari cowo sebagai hadiah ..
gue mah gapernah tuh kaya begitu .. hahaha
kasian bgt deh gue,..
paling cuma bisa dengerin temen2 gue yang cerita soal valentinannya dia sama pacarnya , gue mah cukup dengerin dan bilang "iya ya ? ih so sweet bgt, pengen deh" ..
selamat buat ngerayain hari valentine deh besok ,
tapi sampai kapan pun dalam hidup gue, HARI VALENTINE ITU GA AKAN ADA , DAN GA AKAN PERNAH NGERAYAIN YANG NAMANAYA HARI VALENTINE ...

Sabtu, 12 Februari 2011

pelajaran agama .. "IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH"

STANDAR KOMPETENSI 8 : MENINGKATKAN KEIMANAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT

Materi Bahan Pelajaran/Modul  Pendidikan Agama Islam
Kelas : XI PM 1, PM 2, MM, dan TP4 SMK Negeri 48 Jakarta
Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
clip_image002[1]
Dalam bab ini akan dijelaskan tentang pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah. Dalil Naqli Iman Kepada Kitab-Kitab Allah, Kedudukan Kitab Allah bagi manusia, fungsi serta hikmah iman kepada Kitab-kitab Allah.
TUJUAN MODUL :
Siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah SWT.
2. Menjelaskan dalil naqli tentang kitab-kitab
3. Siswa mampu menjelaskan isi pokok yang terkandung dalam kitab-kitab Allah.
4. Menjelaskan kedudukan kitab-kitab Allah bagi manusia
5. Menjelaskan fungsi serta hikmah kepada kitab-kitab Allah
6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada kitab-kitab Allah SWT.
Segala yang ada dalam modul ini dikerjakan secara mandiri dengan bantuan guru baik individu maupun kelompok.
Bagaimana cara mempelajari modul ini ?
Untuk mudahnya kita ikuti petunjuk belajar berikut ini :
1. Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik.
2. Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang terdapat dalam modul
3. Setelah mengerjakan secara tuntas tanyakan kunci jawaban kepada guru
4. Catatlah bagian-bagian yang belum anda pahami kemudian diskusikan dengan teman anda atau tanyakan kepada guru atau oang yang dianggap mampu
5. Bila anda belum menguasai 75% dari kegiatan maka ulangi kembali langkah-langkah dengan seksama
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari kegiatan ini anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini :
1. Menjelaskan pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah.
2. Menjelaskan dalil naqli tentang Kitab-kitab Allah
3. Siswa mampu menjelaskan tentang isi pokok yang terkandung dalam Kitab-kitab Allah
4. Menjelaskan kedudukan kitab-kitab Allah bagi manusia
5. Menjelaskan fungsi serta hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah.
6. Menerapkan perilaku yang mencerminkan penghayatan beriman kepada kitab-kitab Allah.
Tadarus
clip_image001[5] Q.S. Al Hadid (57) : 25
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa".
clip_image001[6] Q.S. Ar Ra’du (13) : 38
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
Artinya : “Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)”[777.
[777] Tujuan ayat ini ialah pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dari pihak musuh-musuh beliau, karena hal itu merendahkan martabat kenabian. keduanya untuk membantah Pendapat mereka bahwa seorang Rasul itu dapat melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya bilamana diperlukan, bukan untuk dijadikan permainan. bagi tiap-tiap Rasul itu ada kitabnya yang sesuai dengan Keadaan masanya.
clip_image001[7] Q.S. Al An’aam  (6) : 89 – 90
أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَؤُلاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ
Artinya : “Mereka Itulah orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, hikmat dan kenabian jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, Maka Sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya(89).
Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat”(90).
clip_image001[8] Q.S. An Nisaa  (4) : 136
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ
وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
clip_image001[9] Q.S. Az Zumar (39) : 41
إِنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ
Artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka”.



clip_image003[1]
Beriman kepada kitab-kitab Allah swt termasuk rukun iman yang ketiga. Kitab Allah merupakan kumpulan dari firman-firman-Nya. Para rasul diberikan kitab oleh Allah swt. Kitab suci yang wajib kita imani sesuai yang tercantum dalam Al-Qur’an ada empat macam.
Manusia hendaknya dalam kehidupannya berpedoman terhadap kitab suci untuk meraih kebahagiaan hidup. Kitab suci yang paling lengkap dan menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya ialah Al-Qur’an. Sebagai umat Islam hendaknya tidak hanya sekedar pandai membaca Al-Qur’an. Akan tetapi senantiasa membaca dan mengamalkan isinya agar hidup bahagia di dunia sampai akhirat. Al-Qur’an harus dijadikan acuan dalam kehidupan agar mendapat kesuksesan.
A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Kitabullah adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para rasul yang mengandung petunjuk dan kebenaran. Ajaran-ajaran dalam kitabullah tersebut sesuai dengan zamannya. Oleh karena isi katab-kitab tersebut hanya sesuai untuk zamannya masing-masing, maka isi kitabullah yang satu berbeda dengan yang lain.
Iman kepada kitab-kitab Allah artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab--Nya kepada para rasul utusan-Nya yang berisi petunjuk kepada jalan kebenaran agar manusia mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Orang beriman wajib percaya bahwa Allah menurunkan kitab-Nya kepada para rasul, seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s, kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s, kitab Injil kepada Nabi Isa a.s, dan kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu pada dasarnya kitab-kitab Allah tersebut satu sama lain ada kaitannya. Contoh hubungan Al Qur’an dengan kitab Allah SWT lainnya ialah :
a. Menjadi saksi tentang kebenaran adanya kitab-kitab Allah SWT sebelumnya (Q.S. Al Maidah (5) : 48)
b. Menjawab dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat para penganut agama sebelumnya (Q.S. An Nahl (16) : 64)
c. Mengoreksi kitab Allah SWT sebelumnya yang sudah dirubah oleh manusia yang ingkar. Contoh :
1) Tentang ajaran Trinitas (Q.S. Al Maidah (5)  : 73)
2) Tentang Nabi Isa a.s. (Q.S. Ali ‘Imraan (3) : 49 -59)
3) Tentang penyaliban Nabi Isa a.s. (Q.S. An Nisa (4) : 157-158)
4) Tentang Nabi Luth a.s. (Q.S. Al Ankabut (29) : 28-30, Q.S. Al A’raaf (7): 80-84)
5) Tentang Nabi Sulaiman a.s. (Q.S. Al Baqarah(2) : 102, Q.S. An Naml (27) :14 – 44)
6) Dan sebagainya
Dengan demikian jelas bagi kita bahwa kedudukan kitab-kitab Allah itu adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia. Sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah pada Surah Al-Baqarah sebagai berikut:
 البقرة :۲ )             ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ  )
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2): 2)
Sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dalam kitab tersebut dijelaskan tentang tata cara hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya.
Kewajiban orang mukmin adalah beiman kepada seluruh kitab-kitab Allah swt, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 285. Oleh karena antara kitab satu dengan kitab yang lainnya saling terkait.
Disamping Allah menurunkan kitab-kitab-Nya, Allah juga menurunkan suhuf-suhuf kepada para rasul-Nya. Misalnya kepada Nabi Idris, Ibrahim, Musa, dan lainnya. Suhuf adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah. Persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf yaitu :
Persamaan :
Kitab dan suhuf sama-sama berasal dari wahyu Allah SWT
Perbedaan :
1) Isi kitab lebih lengkap dari pada suhuf
2) Kitab dibukukan, sedangkan suhuf tidak dibukukan
Menurut pendapat yang masyhur, jumlah kitab Allah sebanyak 104 kitab. Ada juga yang berpendapat kitan Allah SWT berjumlah 114. Menurut Syeikh Suhaimi, banyaknya kitab itu tidak dapat dihitung sehingga kita hanya diwajibkan beriman kepada 4 kitab, Taurat, Zabur, Injil, dan Al Qur’an.
B. DASAR BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT.
Sebagai rukun iman yang ketiga, iman kepada Kitab-kitab Allah SWT ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Sehingga bagi setiap orang muslim wajib ain hukumnya beriman kepada kitab-kitab Allah itu. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada kitab-kitab Allah SWT antara lain :
a. Q.S Al-Baqarah (2) ayat 285:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
b. Q.S. Al-Baqarah (2) ayat 136
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ
النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
c. Q.S. An-Nisa’ (4) ayat 136
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
d. Hadits
ﻋَﻦْﺣُﻤَﻴْﺪﺑﻦﻋﺒﺪﭐﻟﺮﺣﻤﻦﭐﻟﺤﻤﻴﺮﻱﻗﺎﻝﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﭐﷲﺹﻡﭐﻹِْﻳْﻤَﺎﻥُأَﻥْﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﷲِﻭَﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪِﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِﻭَﭐﻟْﻴَﻮْﻡِﭐﻵْﺧِﺮِﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِﺧَﻴْﺮِﻩِﻭَﺷَﺮﱢﻩِ
Artinya : “Dari Humaid bin Abdurrahman Al Humairi berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : ‘’Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan percaya kepada qadar yang baik dan buruk’’. (H.R. Muslim).
C. ISI POKOK YANG TERKANDUNG DALAM KITAB-KITAB ALLAH SWT
Adapun secara umum tentang isi pokok yang terkandung dalam kitab-kitab Allah SWT, keterangannya sebagai berikut :
1. Taurat
Taurat dalam bahasa Ibrani, Thora, yaitu kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa a.s. untuk membimbing kaumnya Bani Israel. Firman Allah SWT Q.S. Al Israan : 2 ;
وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي     
‎وَكِيلا
Artinya : Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku”.
Taurat merupakan salah satu dari 3 komponen, yaitu thora, nabiin, dan khetubiin. Tiga komponen ini terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (Al Kitab). Orang-orang Kristen menyebutnya Old Testament (Perjanjian Lama). Kitab-kitab dalam perjanjian lama yang termasuk Taurat adalah kitab Kejadian (Genesis), kitab Keluaran (Exodus), kitab Imamat (Leviticus), kitab Bilangan (Numbers), dan kitab Ulangan (Deuteronomy). Kitab Taurat ketika diturunkannya menggunakan bahasa Suryani. Di antara ajaran pokok dalam Taurat berisi tentang Sepuluh Perintah Tuhan (The Ten Commandement), yang isinya ialah :
a. Hormati dan cintai satu Allah
b. Sebutlah nama Allah dengan hormat
c. Kuduskanlah hari Tuhan (hari Sabat).
d. Hormatilah ibu dan bapakmu
e. Jangan membunuh
f. Jangan bercabul / berzina
g. Jangan mencuri
h. Jangan berdusta
i. Janmgan ingin berbuat cabul
j. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal
2. Zabur
Zabur adalah nama kitab yang diberikan kepada Nabi Daud a.s., Zabur berasal dari zabara-yazburu-zabur yang berarti menulis. Zabur dalam bahasa Arab disebut mazmur / mazamir.
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. dalam bahasa Qibti. Zabur berisi 150 nyanyian yang disenandungkan Nabi Daud a.s. dengan menggunakan semua pengalaman yang dialami pada masa hidupnya, seperti : dosa, pengampunan dosa, suka cita dan kemenangannya atas musuh Allah SWT, dan kemuliaan Allah SWT.
Kitab Zabur merupakan ajaran yang berisi lima jenis nyanyian, yaitu :
a. Nyanyian kebaktian untuk memuji Tuhan
b. Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan
c. Ratapan-ratapan jama’ah
d. Ratapan dan doa individu
e. Nyanyian untuk raja
Nabi Daud a.s. menyatakan intisari kitab Taurat yang berupa sepuluh perintah tetap menjadi pedoman hidupnya meskipun Allah SWT menurunkan kitab Zabur kepadanya.
3. Injil
Kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. dalam bahasa Ibrani. Kitab ini isi kandungannya memuat beberapa ajaran pokok, antara lain :
a. Perintah agar kembali kepada Tauhid yang murni (mengesakan Allah).
b. Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat (tidak menghapuskan hukum yang terkandung dalam kitab Taurat).
c. Ajaran agar hidup sederhana (zuhud) dan menjauhi sifat tamak (rakus).
d. Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya.
e. Menyampaikan akan kedatangan rasul setelahnya.
Kitab Injil yang sekarang berbeda dengan kitab Injil yang diterima Nabi Isa a.s., karena bentuknya yang sekarang ada sejumlah pengikut Nabi Isa a.s. yang memasukkan karangannya ke dalam kitab Injil. Mereka itu adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohanes). Oleh karena itu Injil tersebut dinamakan sesuai dengan pengarangnya yaitu : Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yahya/Yohanes.
Pada mulanya terdapat kurang lebih 70 buah kitab Injil. Injil sebanyak itu pada umumnya membawakan isi yang simpang siur satu sama lain. Ketika diadakan Synodes (muktamar gereja-gereja) di Nicea pada tahun 325 M, diputuskan hanya empat Injil di atas yang diakui gereja. Injil yang tidak diakui gereja disebut Apocrypha, yaitu injil-injil yang tertolak.
Adapun injil-injil yang dinyatakan tertolak, antara lain adalah :
1) Injil Petrus
2) Injil Ibrani
3) Injil Thomas
4) Injil Yakobus
5) Injil Barnabas
6) Injil Dua Belas
7) Injil Yudas Iskariot
8) Injil Andreas
9) Injil Bartholomeus
10) Injil Nikodemus
11) Injil Marthias
12) Injil Ebionea
13) Injil Philip
14) Injil Maria
15) Injil Apeles
16) Injil Marcion
17) Injil Yakobus Kecil
18) Injil Orang-0rang Mesir
Di antara kitab Injil yang disebutkan di atas, yang isinya mirip dengan keterangan dalam ayat suci Al Qur’an adalah Injil Barnabas. Adapun ajaran Injil Barnabas adalah sebagai berikut :
a) Yesus tidak disalib, yang disalib sebenarnya ialah Yudas Iskariot yang diserupakan oleh Tuhan (baik rupa dan suaranya). Yesus sendiri naik ke langit bersama malaikat.
b) Yesus bukan anak Allah, bukan pula Tuhan, tetapi seorang rasul Allah.
c) Messias (ratu adil atau juru selamat) atau Al Masih yang dinanti-nantikan, bukanlah Yesus, tetapi Nabi Muhammad s.a.w. nabi dan rasul Allah yang terakhir.
d) Putera Ibrahim yang akan disembelih karena perintah Allah ialah Ismail, bukan Ishaq, seperti yang tersebut dalam perjanjian lama yang ada sekarang
4. Al Qur’an
Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, Al Qur’an adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai nabi terakhir merupakan mukjizat bagi yang membacanya bernilai ibadah dengan mendapat pahala. Dinamakan Al Qur’an karena ia merupakan kitab suci yang wajib dibaca (minimal di dalam sholat), dipelajari, dan merupakan ajaran-ajaran wahyu terbaik. Selain itu, Al Qur’an juga dinamakan Al Kitäb (ketetapan atau tulisan), Aż Żikru (peringatan), An Nűr (cahaya yang menerangi), Al Furqän (pembeda antara yang benar dan salah), dan sebagainya.
Al Qur’an diturunkan mempunyai tujuan untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, dan Injil). Dengan diwahyukan Al Qur’an, habis masa berlakunya kitab-kitab itu. Masa berlaku Al Qur’an sampai hari kiamat.
Dengan demikian, arti kepercayaan kita kepada kitab-kitab Allah SWT dapat disimpulkan sebagai berikut :
a) Percaya terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang asli dengan konsekwensi tidak mengamalkan isinya karena masa berlaku kitab tersebut telah habis.
b) Percaya kepada ketiga kitab tersebut bahwa kitab-kitab itu merupakan wahyu dari Allah SWT, sebelum ditambah dan diubah oleh manusia sebagaimana sekarang ini.
c) Terhadap kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang terhimpun dalam Bible atau AlKitab, kita tidak wajib mempercayainya, apalagi mengamalkan ajarannya.
d) Terhadap kita suci Al Qur’an, kita harus percaya dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada dasarnya isi yang terkandung dalam kitab-kitab Allah SWT, perinsipnya sama, yaitu :
i. Mengajak manusia agar tidak menyekutukan Allah SWT atau menanamkan jiwa tauhid.
ii. Mendidik dan membimbing kejalan yang benar sehingga dapat hidup bahagia, dan sejahtera di dunia dan di akhirat.
iii. Mengajak manusia untuk melaksanakan perintah-Nya.
iv. Mengajak manusia agar meninggalkan larangan-Nya.
v. Menjelaskan tentang janji-janji Allah bagi yang mematuhi perintah-Nya.
vi. Menjelaskan tentang ancaman bagi yang melanggar larangan-Nya.
D. KEDUDUKAN KITAB-KITAB ALLAH
1. Sebagai pedoman hidup bagi manusia dalam hubungan manusia dengan Allah swt
Firman Allah dalam Q.S. Az-Zariyat (51) ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
( الذاريات :٥٦ )
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.
2. Sebagai pedoman hidup manusia dalam hubungan terhadap dirinya sendiri
Firman Allah dalam Q.S. Az-Zariyat (51) ayat 21
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ
( الذاريات :۲۱ )
Artinya: “Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan”. (Q.S. Az-Zariyat : 21)
Dalam Q.S. At-Tahrim (66) : 6  dinyatakan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
( التحريم( ٦٦ ): ٦ )
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim (66) : 6)
3. Hubungan manusia dengan manusia
Prinsip dasar ajaran Islam tentang hubungan dengan sesama manusia adalah bekerjasama dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah (5) : 2 sebagai berikut:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
( المائدة :۲ )
Artinya: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan …”. (Q.S. Al-Maidah : 2)
Disebutkan juga dalam Q.S. Luqman (31) ayat 20, Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 32, Q.S. Saba’ (34) ayat 28.
4. Sebagai pedoman hidup manusia dalam hubungannya dengan alam dan lingkungannya
Sesuai firman Allah swt dalam Surah Luqman (31) ayat 20
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ
( لقمان : ۲۰ )
Artinya: “Tidaklah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan yang ada di bumi untuk (kepentingan) mu, dan mnyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin …” (Q.S. Luqman : 20)
Kemudian dalam Surah Hud  (11) : 61 Allah berfirman:
…..  هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا     ……..
…( هود : ۱ ٦ )
Artinya: “… Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya …”. (Q.S. Hud (11): 61)
Kemudian dalam Surah Al-Qasas ( 28  )  : 77 dikatakan:
…  . وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
( القصص:٧٧ )
Artinya: “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S. Al-Qasas (28) : 77)
Dalam Suarah Ar-Rum (30) : 41 dikatakan lebih jelas lagi sebagai berikut:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
( الروم:٤۱ )
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S. Ar-Rum (30) : 41)
E. FUNGSI IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
1. Dalam kehidupan pribadi
Dengan meyakini kebenaran kitab Allah swt sebagai pedoman hidup dapat berfungsi sebagai stabilisator dalam hidup dan kehidupannya
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
( البقرة:۲ )
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 2)
Dalam ayat yang lain:
أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
( البقرة:۵ )
Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 5)
2. Dalam kehidupan bermasyarakat
Manusia hendaknya saling menghargai, menghormati, dan memandang bahwa manusia itu adalah sama, tidak ada yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.
Sesuai firman Allah dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
( الحجرات:۱۳ )
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui Maha teliti”. (Q.S. Al-Hujurat(49): 13)
3. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Iman kepada kiatab-kitab Allah dalam pengamalannya mengajarkan kepada umat manusia untuk memajukan bangsa dan negaranya sesuai bidangnya masing-masing. Maju atau mundurnya suatu bangsa dan negara tergantung pada sikap dan mental warga negaranya. Sesuai Q.S. Ar-Ra’d (13) ayat 11.
Sedangkan secara umum fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah itu ialah :
1. Mempunyai iman yang kukuh dan mantap
2. Selalu mendapat hidayah beribadah kepada Allah
3. Sabar dalam menerima cobaan dan syukur ketika mendapat nikmat
4. Mempunyai kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi
5. mempunyai sikap optimis dalam beribadah kepada Allah
Adapun tanda-tanda penghayatan terhadap iman kepada kitab suci Allah dalam perilaku sehari-hari:
a. Meyakini dengan sepenuh hati, bahwa agama Islam adalah agama yang paling haq (benar). (Q.S. Ali-Imran (3) : 19 dan 85, Q.S. At-Taubah (9) : 122, Q.S. Aś-Śåf (61) : 8-9)
b. Terhadap diri sendiri, untuk memerhatikan kesehatan jasmani dengan cara berusaha dan bekerja untuk mencari nafkah dan menjauhi perbuatan dosa.
c. Bagi yang telah berkeluarga, ia akan memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya sesuai dengan posisinya. (Q.S. At-Tahrïm (66) : 6)
d. Timbul sikap peduli untuk saling mengerti dan berbuat baik terhadap orang lain dan lingkungannya.
e. Memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Menjadikan bangsa yang dapat mandiri dan terbebas dari pengaruh dan tekanan dari mana pun. Sehingga menjadikan bangsa yang bermartabat dalam pergaulan antar bangsa. (Q.S. Al-A’räf (7): 96)
F. KITAB SUCI AL-QUR’AN
1. Arti Al-Qur’an
Al-Qur’an menurut bahasa berarti bacaan atau yang dibaca. Adapun menurut istilah yaitu kalamullah (firman-firman Allah SWT) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw lewat Malaikat Jibril yang merupakan mukjizat, ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawir serta termasuk ibadah bagi yang membacanya. Orang yang dalam hidupnya selalu berpedoman terhadap Al-Qur’an niscaya hidupnya akan mendapatkan kebahagiaan sampai akhirat. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT secara bertahap atau berangsur-angsur, diturunkan selama lebih kurang 23 tahun, atau tepatnya 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.
Wahyu Al-Qur’an yang pertama turun ialah Surah Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5 ketika Nabi Muhammad sedang berkhalwat di Gua Hira’ dan pada malam tanggal 17 Ramadhan turunlah wahtu Al-Qur’an yang pertama tersebut, sedangkan yang terakhir turun ialah Surah Al-Maidah ayat 4 pada saat Rasulullah saw sedang melaksanakan ibadah haji di Mekah, tepatnya ketika sedang wukuf di Arafah.
2. Cara-cara Alqur’an diturunkan
Nabi Muhammad saw dalam menerima wahyu Al-Qur’an mengalami bermacam-macam cara dan keadaan, diantaranya ialah:
a. Malaikat Jibril memasukkan wahyu kedalam hati Nabi Muhammad saw , cara seperti ini beliau tidak melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa sudah berada saja dalam kalbunya. Hal ini sesuai dengan Surah Asy-Syura’ ayat 51.
b. Malaikat Jibril menampakkan diri seperti laki-laki dan mengucapkan kata-kata kepadanya, sehingga beliau mengetahui dan hafal benar kata-kata itu (seperti ketika menerima wahyu yang pertama kali)
c. Wahyu turun kepada beliau seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini adalah yang amat berat dirasakan oleh Nabi Muhammad saw. Kadang-kadng pada keningnya bercucuran keringat, meskipun ketika turunnya wahyu tersebut pada saat musim dingin.
d. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi Muhammad saw tidak seperti orang laki-laki, akan tetapi benar-benar menmpakkan dirinya dengan rupa yang aslinya. Hal ini seperti dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surah An-Najm ayat 13-14.
3. Ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyah
Ditinjau dari segi turunnya, Al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah.
a. Ayat Makkiyah yaitu ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.
b. Ayat Madaniyah yaitu ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah.




Ayat-ayat Makiyah dari isi 19/30 Al-Qur’an yang terdiri atas 86 surah, sedang ayat-ayat Madaniyah dari 11/30  isi Al-Qur’an terdiri dari 28 surah.
4. Surah-surah dalam Al-Qur’an
Surah-surah dalam Al-Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas empat bagian, yaitu:
a. As-Sab’ut Ťiwäl, artinya ialah tujuh surah yang panjang, yaitu terdiri dari: Surah Al-Baqarah, Ali-Imran, An-Nisa’, Al-A’raf, Al-An’am, Al-Maidah, dan Yunus.
b. Al-Mi’űn yaitu surah-surah yang berisi kira-kira seratus ayat lebih, seperti Surah Hud, Yusuf, Al-Mu-min dan sebagainya.
c. Al-Mašänï, yaitu surah-surah yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat. Seperti: Al-Anfal, Al-Hijr.
d. Al-Mufassal, yaitu surah-surah yang pendek, misalnya: Ad-Dhuha, Al-Asr, Al-Ma’un, Al-Kausar, Al-Ikhlas, dan sebagainya.
5. Kedudukan Al-Qur’an
Kedudukan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah berfungsi sebagai mukjizat Rasulullah Muhammad saw, yang tak dapat ditiru manusia (Q.S. Yunus (10) : 38), sebagai pedoman hidup bagi setiap muslim dalam megakkan keadilan (Q.S. Al-Maidah (5) : 49) dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah sebelumnya (Q.S. Al-Maidah  (5) : 48) yang bernilai abadi.
a. Sebagai mukjizat Rasulullah s.a.w
Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang dikaruniakan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an mudah dimengerti, indah didengar, tidak membosankan ketika dibaca dan dihafal oleh berjuta-juta umat di dunia ini, indah susunan dan gaya bahasanya, isi dan kandungannya bernilai lengkap dan universal. Keistimewaannya adalah tidak ada seorang pun yang mampu berbuat sesuatu ayat atau karangan yang sama nilainya dengan Al-Qur’an.
Firman Allah swt dalam Surah Al-Isra’ (17) : 88
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
( الإسراء:۸۸ )
Artinya: “Katakanlan, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain. ” (Q.S. Al-Isra’(17): 88)
b. Sebagai pedoman hidup
Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Ajarannya senantiasa dipelihara kebenaran dan kemurniannya oleh Allah swt, karena mengandung segala hal yang diperlukan oleh manusia (akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah) sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Ibrahim (14) : 1.
…… الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
( إبراهيم :۱ )
Artinya: “Alif lam ra. (ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang …”. (Q.S. Ibrahim: 1)
c. Sebagai korektor dan penyempurna
Al-Qur’an membenarkan, melengkapi, mengoreksi, dan menjelaskan kitab-kitab Allah yang terdahulu tentang ajaran yang belum sempurna, dan yang telah diubah atau dipalsukan oleh manusia. Firman Allah Q.S. Al-Maidah: 48
….  وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ
( المائدة :٤۸ )
Artinya: “Dan Kami telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kita-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya …”. (Q.S. Al-Maidah(5) : 48)
Sebagai contoh koreksi-koreksi yang dikemukakan Al-Qur’an, antara lain:
1) Tentang ajaran Trinitas (Q.S. Al-Maidah (5) : 73)
2) Tentang Nabi Isa (Q.S. Ali-Imran (3) : 49-59)
3) Tentang penyaliban Nabi Isa (Q.S. An-Nisa’ (4) : 157-158), Ali-Imran (3) : 155)
4) Tentang Nabi Lut (Q.S. Al-Ankabut (29) : 28-30), Q.S. Al-A’raf (7) : 80-84)
5) Tentang Nabi Harun (Q.S. Taha (20) : 90-94)
6) Tentang Nabi Sulaiman (Q.S. Al-Baqarah (2) : 102 dan Q.S. An-Naml (27) : 15-44)
6. Isi Al-qur’an terpelihara keasliannya
a. Jaminan Allah untuk memelihara kemurnian Al-Qur’an
1) Pada masa Nabi Muhammad saw
a. Melalui hafalan dan penghafal Al-Qur’an
Nabi menganjurkan agar ayat-ayat Al-Qur’an dihafal dan dibaca terutama dalam salat, agar ayat-ayat tetap diingat. Untuk memelihara hafalan mereka, Rasulullah saw mengadakan pengulangan terhadap para sahabat dengan cara membaca/menghafal ayat Al-Qur’an. Pengulangan/repetisi hafalan nabi dilakukan oleh malaikat Jibril minimal 1 kali setahun.
b. Dari naskah yang diberikan oleh Nabi saw
Setiap Nabi Muhammad saw menerima wahyu, beliau menyuruh agar ayat-ayat itu dituliskan di batu, kulit, pelepah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis. Nabi menerangkan susunan ayat yang mesti ditulis dan melarang menulis selain ayat-ayat Al-Qur’an seperti hadis dan penjelasan yang mereka terima dari Rasulullah saw. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur’an tetap terpelihara kemurniannya dan tidak bercampur dengan yang lainnya.
c. Dari naskah yang ditulis oleh yang pandai membaca dan menulis
Rasulullah saw sangat menghargai dan menghormati kepandaian seseorang dalam menulis dan membaca Al-Qur’an. Tawanan Nabi dalam perang Badar dapat dibebaskan dengan mengajari membaca dan menulis 10 orang muslim sebagai tebusan. Dengan demikian bertambah banyak orang-orang yang mahir menulis dan membaca ayat-ayat yang telah diturunkan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
2) Pada masa para sahabat
Dimasa pemerintahan khalifah Usman bin Affan (23-35 H/664-56 M), khalifah meminta kepada Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur’an yang ditulis dimasa Khalifah Abu Bakar untuk disalin. Kemudian Khalifah Usman membentuk panitia penulis yang terdiri dari Zaid bin Sabit sebagai ketua dengan anggota-anggotanya: Abdullah bin Zubair, Said bin As, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur’an dengan menyalin 5 buah lalu disebarluaskan ke Mekah, Syiria, Basrah, dan Kufah, agar diperbanyak dan disalin. Satu buah ditinggalkan di Madinah untuk Khalifah Usman sendiri. Itulah yang dinamakan “Mushaf Usmani”.
Demikian Al-Qur’an itu dibukukan pada masa sahabat. Semua mushaf yang diterbitkan kemudian harus disesuaikan dengan mushaf Al-Imam. Usaha untuk menjaga kemurnian Ai-Qur’an itu tetap dilakukan oleh kaum muslimin di seluruh dunia sampai pada generasi sekarang.
3) Di Indonesia
Usaha-usaha untuk kemurnian Al-Qur’an di Indonesia dilakukan dengan berbagai macam cara.
a) Membentuk Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an yang bertugas meneliti semua mushaf sebelum diedarkan kepada masyarakat. Panitia ini bergabung di bawah pengawasan Departemen Agama. Pemerintah telah mempunyai Al-Qur’an pusaka yang berukuran 1 x 2 m yang merupakan standar dalam penerbitan Al-Qur’an di Indonesia yang telah disesuaikan dengan mushaf Al-Imam. Setiap satu tahun sekali pemerintah mengadakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan cabang lomba yaitu:
(1) Tilawatil (membaca)
(2) Tahfiz (hafalan)
(3) Syarhil (penguraian makna dan materi ayat)
(4) Khat (penulisan)
(5) Fahmil (pemahaman isi dan kandungan Al-Qur’an)
(6) Murottal (bacaan bagi anak-anak dengan usia tertinggi 18 tahun)
b) Mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an, Pesantren Al-Qur’an, Lembaga Penghafal Al-Qur’an, Perguruan Tinggi Al-Qur’an, sebagai usaha dalam meningkatkan kemampuan baca tulis, pemahaman pengkajian ilmu-ilmu Al-Qur’an sekaligus memelihara dan menjaga kemurnian Al-Qur’an dari segala macam campur tangan manusia. Sehingga Al-Qur’an yang dimiliki kaum muslimin sama persis dengan Al-Qur’an yang diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Terbuktilah jaminan Allah swt, bahwa Al-Qur’an akan tetap terpelihara selamanya.
7. Kandungan Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi mereka yang ingin mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Ajaran Al-Qur’an begitu luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Secara garis besar isi Al-Qur’an mencakup:
a. Akidah/Keimanan
Al-Qur’an memberikan tuntutan yang jelas, terang, sempurna, dalam meyakini ke Mahaesaan Allah swt.
…َ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
( التوبة :31 )
Artinya: “… padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuha Yang Mahaesa, tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (Q.S. At-Taubah(9): 31)
b. Ibadah
Ibadah dalam arti khusus adalah hubungan manusia (makhluk) dengan Allah (Khaliq) dikerjakan semata-mata dengan niat ikhlas untuk mencapai keridhaan Allah dan sesuai dengan syariat seperti yang tercakup dalam Rukun Islam yang kelima, yakni syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
( البقرة :۲۱ )
Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 21)
c. Akhlak
Al-Qur’an memberikan tuntunan agar manusia bersikap dan berperilaku yang baik dan terpuji (akhlakul karimah) dengan menjauhi sikap dan perilaku tercela (akhlakul mazmumah). Profil akhlakul karimah sudah terdapat pada diri Rasullullah saw untuk kita jadikan contoh dan suri tauladan.
Firman Allah swt Q.S. Al-Ahzab (33) : 21
…لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
(الأحزاب :۲۱ )
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu …”. (Q.S. Al-Ahzab(33):21)
d. Mu’amalah
Mu’amalah dalam Al-Qur’an adalah penuntun dalam pergaulan dan pemenuhan kebutuhan antara sesama manusia sebagai makhluk sosial, seperti perdagangan, pertanian, perindustrian, dan lain-lain. Firman Allah swt dalam Q.S. Ql-Baqarah (2) : 282 ;
…… يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
( البقرة :۲٨۲ )
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”. (Q.S. Al-Baqarah(33): 282)
e. Syariah
Hukum syariah di dalam Al-Qur’an menyangkut hubungan lahiriah antara manusia dengan Allah, antar sesama manusia dan antara manusia dengan alam sekitarnya, yang garis besarnya terdiri dari:
1) Hukum ibadah, yaitu ketentuan-ketentuan hubungan antara manusia dengan Allah swt (salat, puasa, zakat, dan haji)
2) Hukum munakahat (perkawinan/pernikahan)
3) Hukum Faraid (warisan)
4) Hukum muamalah dan hukum perdata
5) Hukum jinayat (ketentuan tentang tindak kejahatan jiwa, pencurian, perampokan, pembunuhan)
6) Hukum jihad (ketentuan tentang perang, dsb)
f. Tarikh (kisah-kisah)
Al-Qur’an banyak mengandung kisah-kisah perjalanan umat-umat terdahulu, baik yang taat dan patuh, maupun yang ingkar dan durhaka adalah menjadi pelajaran berharga bagi umat-umat sesudahnya. (Q.S. Yusuf (12) :111)
g. Tazkir (peringatan)
Al-Qur’an dalam memperingatkan umat manusia menggunakan dua cara yaitu:
1) Wa’ad dan wa’id yaitu janji baik terhadap orang yang beriman dan janji buruk (ancaman) terhadap orang yang ingkar. (Q.S. Az-Zumar (39) : 71-73)
2) Targhib dan tarhib yaitu gambaran yang menyenangkan dan gambaran yang menakutkan tentang nikmat dan siksa di akhirat. (Q.S. Al-Anbiya’ (21) : 90)
h. Dasar-dasar pengembangan ilmu pengetahuan
Al-Qur’an banyak memberi petunjuk dan dorongan untuk memikirkan dan meneliti alam semesta agar bermanfaat untuk keperluan pembangunan dan kemakmuran umat manusia. Firman Allah swt
…….  قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ
( يونس :۱۰۱ )
Artinya: “Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!”. (Q.S. Yunus (10) :101)
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ
( الرحمن :۳۳ )
Artinya: “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Q.S. Ar-Rahman(55): 33)
Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, antara lain:
1) Bidang Astronomi (Q.S. Ar-Rahman (55) : 33)
2) Bidang Psikologi (Q.S. Asy-Syams (91) : 7-10)
3) Bidang Biologi (Q.S. Al-Mu’minun (23) : 12-14)
4) Bidang Gizi (Q.S. An-Nahl (16) : 66)
5) Bidang Teknologi (Q.S. Al-Hadid (57) : 25)
6) Bidang Kesehatan (Q.S. An-Nahl (16) : 65-69)
7) Bidang Geografi (Q.S. Ar-Rahman (55) : 19-20)
8) Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang universal dan bertaraf global mengarah dan mendorong manusia agar sukses dalam menempuh kehidupan ini. Supaya berhasil mencapai mufakat kemanusiaan yang sempurna, maka diperlukan keterpaduan penguasaan ilmu pengetahuan yang didasari oleh Iman dan Taqwa (imtaq).
8. Menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan penghayatan terhadap iman pada Al-Qur’an
Ada dua jalan yang ditawarkan Al-Qur’an untuk kehidupan ini (Q.S. Al-An’am (6) : 153), Q.S. Hud (11): 112, yaitu:
a. Jalan Hasanah
Berpegang teguh kepada ajaran Allah akan mendapat petunjuk (Q.S. Ali-Imran (3) : 101, Q.S. An-Nisa’ (4):175). Polanya mengikuti Sunah Rasul (Q.S. Al-Ahzab (33) : 21), hasil yang akan didapat hasanah di dunia dan hasanah di akhirat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 201)
b. Jalan Su’ul Ma’ab/Fukur (Q.S. Al-An’am (6) : 153)
Jalan yang simpang siur/sesat seperti kafir (Q.S. Al-Baqarah (2) : 6-7), musyrik (Q.S. An-Nisa’ (4) : 36), fasiq (Q.S. Al-Baqarah (2) : 26), zalim (Q.S. Ibrahim (14) : 27), berbuat maksiat (Q.S. Ar-Rum (30) : 10), dengan mengikuti setan (Q.S. Maryam (19) : 83), hasil yang didapat adalah tempat yang buruk (Q.S. Ali-Imran (3) : 196-197)
Al-Qur’an memberikan kebebasan/kemerdekaan untuk menentukan pilihan. Al-Qur’an memberikan rambu-rambu peringatan agar manusia tidak terperangkap pada pilihan yang salah atau memilih sistem hidup jahiliyah.
a. Belajar pada lingkungan/sejarah (memilih fakta) (Q.S. Ar-Rum (30) : 8-10)
b. Tidak tertipu oleh tipu daya orang kafir (Q.S. Ali-Imran (3) : 196, Q.S. At-Taubah (9) : 55, Q.S. Ali-Imran (3) : 119)
c. Tidak terperangkap dengan kondisi lingkungan (Q.S. Al-An’am (6) : 116, Q.S. Hud (11) : 15-17)
d. Bersikap kritis dan tidak pasrah pada kenyataan (Q.S. Al-Isra’(17) : 36, Q.S. Al-Maidah (5) : 104)
e. Tidak terperangkap/melibatkan pada pola jahiliyah (Q.S. Al-Maidah (5) : 50, Q.S. Al-Baqarah (2) : 170)
f. Berakhlak sebagai pewaris Al-qur’an dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Mau mendengarkan Al-Qur’an (Q.S. Al-A’raf (7) : 204, Q.S. Al-Maidah (5) : 83)
2) Gemar membaca Al-Qur’an (Q.S. Al-Isra’ (17) : 45-46)
1) Membaca sesuai tajwid (Q.S. Al-Muzzammil (73) : 4)
2) Membaca Al-Qur’an dengan mengetahui terjemahannya (Q.S. Al-Anfal (8) : 2)
3) Membaca Al-Qur’an dengan memahami dan menghayati agar berkah (Q.S. Sad (38) : 29)
3) Selalu bertadabbur dan mengikuti Al-Qur’an (Q.S. Al-Qasas (28) : 17)
4) Selalu mengajarkan dan menyebarkan Al-Qur’an (Q.S. Al-Isra’ (17) : 9, Q.S. Maryam (19) : 97)
Ada hikmah yang bisa direnungi mengapa Allah menurunkan Al Qur’an kepada umat manusia, di antaranya sebagai berikut :
1. Menjadikan manusia tidak kesulitan dalam menjalani kehidupan (Q.S. Maryam (19) : 33)
2. Mencegah dan mengatasi perselisihan di antara sesama manusia yang disebabkan perselisihan perbedaan pendapat dan merasa bangga apa yang dimilikinya masing-masing (Q.S. Yunus (10) : 19, Q.S. Hud (11) : 118, Q.S. Al Isra (17) : 53)
3. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa (Q.S. Al Baqarah (2) : 2-3, Q.S. Ali ‘Imran (3) : 138, Q.S. Ibrahim (14) : 52)
4. Membenarkan adanya kitab-kitab sebelumnya (Q.S. Al Maidah (5) 48)
5. Menginformasikan bahwa setiap umat pada nabi/rasul terdahulu mempunyai syarti’at (aturan) dan jalannya masing-masing dalam menyembah Allah (Q.S. Al Baqarah (2) : 148, Q.S. Al Hajj (22) : 67, Q.S. An Nuur (24) : 41)
6. Menginformasikan bahwa Allah tidak menyukai ajaran tauhid-Nya dipecah belah (Q.S. Al Hijr (16) : 90-91, Q.S. Al Anbiya (21) : 92-93, Q.S. Al Mukminun (23) : 52-54)
7. Menginformasikan perintah/larangan Allah, hukum-hukum Allah, kisah-kisah teladan, juga taqdir serta sunnatullah untuk seluruh manusia dan pelajaran bagi yang bertaqwa.
8. Sebagai kumpulan petunjuk Allah bagi seluruh manusia sejak Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad s.a.w.
G. HIKMAH BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Beriman kepada kitab-kitab Allah akan memberikan hikmah dalam kehidupan orang-orang yang mengimaninya. Di antara hkimah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Dijauhkan dari kesulitan hidup, selamat dunia dan akhirat serta mendapat ridlo Allah SWT (Q.S. Thoha (20) : 2)
2. Semakin yakin untuk berperilaku sesuai dengan kitab Allah SWT, tentu seorang muslim berperilaku sesuai dengan ajaran Al Qur’an yang dicontohkan Rasulullah s.a.w. (Q.S. Al Ahzab (33) : 21)
3. Yakin bahwa Allah SWT tidak akan membiarkan makhluk-nya di dunia hidup tanpa arah. (Q.S. Al Maidah (5) :16)
4. Diturunkan kepada hamba-Nya sesuai dengan karakter masing umat-Nya masing-masin g (Q.S. Ibrahim (14) :4)
5. Dapat memberikan ketenangan dan ketentraman dalam hidup (Q.S. Ar Ra’d (13): 28)
H. PENERAPAN SIKAP PERILAKU BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Semakin dalam seseorang imannya itu, bila tercermin dari sikap perilaku dalam sehari-hari nampak dari kehidupannya. Di antara sikap perilaku penerapan sikap perilaku beriman kepada kitab-kitab Allah SWT sebagai berikut :
1. Optimis dalam beribadah kepada Allah SWT atas segala usaha yang dilakukannya karena percaya pertolongan Allah SWT sangat dekat kepada orang yang berbuat baik (Q.S.Al A’raaf (7) : 56)
2. Selalu bersyukur bila mendapat nikmat (Q.S. Ibrahim (14) : 7)
3. Tabah dan sabar bila mendapat musibah dan cobaan (Q.S. Al Baqarah (2) : 155-157)
4. Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara (Q.S. Al Fatihah (1) : 5)
5. Sebagai pedoman dan contoh perilaku di masyarakat (Q.S. Ali ‘Imran (3) : 110)
6. Mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang baik bagi masyarakat (Q.S. Ali ‘Imran (3) : 104)
7. Sebagai motivator, dinamisator, dan stabilisator dalam kehidupan, sehingga hubungan terjalin secara serasi, selaras dan seimbang.
TUGAS KEGIATAN BELAJAR 2
Bahaslah dan bicarakan bersama kelompok belajarmu, kemudian tulislah hasilnya dalam selembar kertas. Tulislah dengan baik dan bahasa yang jelas!
1. Apa yang perlu dilakukan, jika kalian mendengar dan atau mengetahui sendiri bahwa kitab sucimu (Al-Qur’an) direndahkan oleh seseorang? Misalnya: Al-Qur’an itu hanya buatan Muhammad yang berarti buatan manusia.
2. Bagaimana pemeliharaan Al-Qur’an pada masa khalifah Usman bin Affan r.a?

TES FORMATIF 2
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apa pengertian “kitab” dan “iman kepada kitab-kitab Allah”?
Jawab :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. Tuliskan kitab-kitab Allah yang wajib kita imani beserta sebutkan nama rasul penerimanya!
Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3. Tulislah salah satu dalil Naqli dan terjemahnya tentang dasar beriman kepada kitab-kitab Allah!
Jawab :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4. Sebutkan 10 pokok ajaran Taurat !
Jawab :
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. Sebutkan inti ajaran yang terdapat dalam Injil Barnabas !
Jawab :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
6. Sebutkan Injil yang tidak ditolak oleh gereja !
Jawab :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
7. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap kitab terdahulu (sebelum Al Qur’an) ?
Jawab :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
8. Apa yang kamu ketahui tentang suhuf dan mushaf itu?
Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
9. Mengapa Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada manusia sesuai dengan zamannya ? Jelaskan !
Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
10. Jelaskan cara-cara Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw?
Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
11. Sebutkan fungsi iman kepada kitab-kitab Allah !
Jawab :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
12. Bagaimana hikmah yang dapat diambil dari iman kepada kitab-kitab Allah ? Sebutkan !
Jawab :
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
13. Bagaimana ciri-ciri orang yang berakhlak sebagai pewaris Al-Qur’an?
Jawab :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
14. Apa bentuk sikap periku iman kepada kitab-kitab Allah ? Sebutkan !
Jawab: ………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Senin, 07 Februari 2011

pelajaran agama "MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP"

Stndar Kompetensi : Memahami Ayat-ayat Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Lingkungan Hidup. (Modul PAI Kelas XI Semester 4) Kelas : PM1 & 2, MM, dan TP 4

Menjaga Kelestarian Lingkungan



clip_image001
Allah swt mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi yang diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam ini, sehingga akan tercapai kemakmuran dan kebahagiaan bagi umat manusia itu sendiri. Manusia dilarang merusak alam dan lingkungannya karena akan berakibat merugikan bagi umat manusia serta alam dan lingkungannya.
Ajaran agama hendaknya dilaksanakan dan diamalkan dengan sebaik-baiknya. Jika ajaran agama diamalkan oleh setiap pribadi muslim, tidak akan terjadi kerusakan alam dimana-mana yang dapat merusak ekosistem sebagaimana dapat kita lihat dan kita rasakan pada akhir-akhir ini. Terjadinya bencana alam dimana-mana, panas bumi yang meningkat, musim yang tidak beraturan, dan masih banyak peristiwa lain yang menimpa dan merugikan penghuni bumi ini.
A. AL-QUR’AN SURAH AR-RUM AYAT 41-42
1. Membaca
Bacalah Q.S. Ar-Rum ayat 41-42 berikut dengan bacaan yang benar!
image
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42
2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :
                        : telah nampak, telah timbul                             : ulah tangan, manusia
                        : kerusakan                                                        : agar mereka merasakan
                        : di darat                                                            : sebagian yang
                        : dan di laut                                                       : perbuatan mereka
                        : dengan sebab apa                                            : agar, supaya mereka
                        : yang telah dilakukan                                        : kembali
                        : berjalanlah kamu sekalian                                : yang telah lalu
                        : perhatikanlah oleh kalian                                  : kebanyakan mereka
                        : akibat, kesudahan
3. Penerapan ilmu tajwid Q.S. Ar-Rum ayat 41-42

No
Lafal
Keterangan
1.

2.

3.

4.

5.

6.
               image
              image
       image
        image
         image
            image
dinamakan bacaan izhar qamariyah (“Al” qamariyah) sebab alif lam ( ال ) berhadapan dengan huruf qamariyah, yaitu fa’ (ف )
dibaca mad asli atau mad tabi’i sebab ada huruf alif (ا ) terletak sesudah fathah
dibaca idgam syamsiyah (“AL” syamsiyah) sebab huruf alif lam ( ال ) berhadapan dengan salah satu huruf syamsiyah, yaitu huruf nun ( ن )
mad tabi’i disebabkan ada huruf ya’ mati ( ﻱْ ) terletak sesudah harakat kasrah. Panjang bacaan 2 huruf
hukum bacaannya ialah mad ‘arid lis sukun, sebab ada satu huruf terletak sesudah mad tabi’i dan dibaca waqaf (berhenti). Panjang bacaan 2 harakat
dibaca ikhfa’ haqiqi, sebab ada nun sukun ( ﻥْ ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’ yaitu qaf ( ق ). Cara membacanya samar-samar
4. Kandungan Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41-42
Kerusakan di bumi ini terjadi hanyalah karena tangan-tangan jahil manusia, sehingga terjadi banyak musibah dan bencana dimana-mana. Misalnya: banjir, angin tornado, gempa bumi, tsunami dan sebagainya, yang banyak menelan korban. Oleh karena kebanyakan manusia tidak mengindahkan ayat-ayat Allah swt.
Kerusakan yang terjadi dapat dikelompokkan menjadi lima bidang, yaitu:
a. Kerusakan dalam bidang akidah atau keimanan. (Q.S. Al-Baqarah : 8 dan Q.S. Al-Hujurat : 14-15.
b. Kerusakan di bidang mental dan kecerdasan manusia (intelektual) (Q.S. Al-Hajj : 8-10).
Manusia yang terganggu mentalnya dengan ciri-ciri :
· Berbuat zalim dan bodoh (Q.S. An Naml : 14)
· Tidak mendengar petunjuk ( Q.S. Al Qashash : 56)
· Tindakannya ragu-ragu (Q.S. 11)
· Tidak kritis, selalu pasrah dan selalu menerima (Q.S. Al Maidah : 104)
· Terpengaruh dengan ilmu atau budaya lain yang merusak (Q.S. Al An’aam : 116)
Sedangkan anusia yang terganggu intelektualnya dengan ciri-ciri :
· Suka kepada dongeng atau hal-hal yang berbau mistik (Q.S. Al An’aam : 25)
· Tidak pernah mengkaji Al Qur’an (Q.S. Yunus : 39)
· Tidak menerima Al Qur’an sebagai pedoman (Q.S. Al Maidah : 48-50)
· Mudah terpengaruh lingkungan (Q.S. Al Furqaan : 27 dan 30)
· Tidak mau melihat fakta (Q.S. Yunus : 29)
c. Kerusakan di bidang pembinaan dalam kehidupan keluarga.(Q.S. An-Nur : 58-60).
d. Kerusakan harkat dan martabat manusia.( Q.S. Al-Baqarah : 195)
e. Kerusakan dalam bidang material dan sumber daya alam.( Q.S. Al-Qashash : 77).
Beberapa contoh lain mengenai penyalahgunaan sumber-sumber alam dapat disebutkan sebagai berikut ;
a. Perusakan tanah pertanian dan lautan
b. Pencemaran udara dan sumber-sumber air
c. Pengurasan hasil-hasil tambang
d. Penggundulan dan pembakaran hutan-hutan
e. Tidak adanya perlindungan terhadap binatang-binatang
f. Pembangunan kota dan pemukiman tidak pada tempatnya.
Di antara isi pokok kandungan yang lain dari pemahaman ayat tersebut :
a. Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di muka bumi memiliki kewajiban mengelola, memelihara dan memanfaatkan alam yang telah Allah ciptakan untuk kepentingan dan kesejahteraan seluruh makhluk Allah.
b. Ketidak pedulian terhadap sumber daya alam mengakibatkan kerusakan lingkungan yang memperihatinkan manusia itu sendiri
c. Kerusakan alam baik di darat maupun di laut adalah akibat ulah tangan manusia itu sendiri
d. Islam melalui pemahaman ayat Al Qur’an pengerusakan lingkungan, karena untuk menjamin kesejahteraan hidup manusia membutuhkan keserasian ekosistem
5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Ar-Rum ayat 41-42
a. Cinta lingkungan alam sekitar
b. Selalu menjaga dan memelihara kelestraian alam
c. Tidak merusak habitat alam
d. Tidak melakukan pencemaran lingkungan hidup
e. Cinta kebersihan lingkungan
f. Bumi serta isinya merupakan ciptaan Allah yang diperuntukkan bagi kesejahteraan manusia tugas manusia adalah menjaga alam semesta agar tetap dalam keadaan baik dan lestari.
g. Sumber alam yang ada merupakan anugrah yang datangnya dari Allah swt, ada yang tidak dapat diperbaharui, seperti barang tambang, dan ada pula yang dapat diperbaharui. Bila manusia tidak memiliki kepedulian pada sumber alam tersebut, semuanya akan punah seperti banyak fakta yang sudah diungkapkan para ilmuwan.
h. Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Allah swt telah memberi peringatan dengan beragam kisah manusia yang sudah berbuat ker usakan dan dampaknya dapat dibuktikan.
i. Peduli dan menjaga kelestarian lingkungan mulai yang terkecil (rumah tangga, sekolah) sampai yang lebih luas (RT, RW, kampong, desa, dan seterusnya).
j. Senantiasa memelihara tatanan non fisik, misalnya ajaran agama, norma dan adat istiadat setempat sehingga tercapai kebahagiaan hakiki (jasmani dan rohani).
B. AL-QUR’AN SURAH AL-ARAF’ AYAT 56-58
1. Membaca
Bacalah Q.S. Al-A’raf ayat 56-58 berikut dengan bacaan yang benar!
image
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerh yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-A’raf (7) : 56-58)
2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :
                          : dan janganlah                                       : mendung, tebal, berat
                                    : kamu berbuat kerusakan                      : Kami halau dia
                                    : memperbaikinya                                   : untuk berbagai daerah/tanah/negara
                                    : dan berdoalah kepada-Nya                    : mati, tandus
                                    : perasaan takut                                      : kami keluarkan dengai air hujan
                                    : penuh pengharapan                              : buah-buahan
                                    : dekat                                                    : kamu mengambil pelajaran
                                    : orang-orang yang berbuat baik            : yang baik
                                    : mengutus, mengirim, meniupkan                           : tanaman-tanamannya
                                    : angin                                                                      : tidak baik, buruk
                                   : pembawa berita yang menggembirakan                   : kerdil/merana
                                   : sebelum kedatatangan, di hadapan                         : Kami jelasakan
                                   : membawa                                                                : bersyukur
                                   : awan
3. Penerapan ilmu tajwid dalam Surah Al-A’raf ayat 56-58, isilah lafalnya.

No
Lafal
Nama Bacaan
Cara Membaca
Sebab/Karena
1.
2.
3.
4.
5.
6.
  Mad tabi’i
Qalqalah sugra
Idgam bigunah
Idgam bigunah
Iqlab
Mad ‘arid lis sukun
Panjang 2 harakat
Memantul ringan
Masuk/melebur dengan mendengung
Masuk/melebur dengan mendengung
Membaca membalik atau mengubah bunyi dari n ke m = “ranba” menjadi ramba
Membaca panjang 2- 6 harakat dan berhenti/wakaf
Ada wawu sukun ( )
Ada huruf qalqalah berharakat sukun asli ( )
Ada tanwin ( ) bertemu dengan huruf idgam bigunah yaitu wawu ( )
Ada tanwin ( ) bertemu huruf idgam bigunah yaitu mim ( )
Ada tanwin ( ) bertemu huruf iqlab yaitu ba’ ( )
Ada satu huruf sesudah mad tabi’i dan dibaca waqaf
4. Kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 56-58
a. Allah swt menjelaskan bahwa Dialah Sang Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, sekaligus pula yang memelihara dan mengaturnya.
b. Allah-lah yang memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya di bumi ini. Dialah pemberi kehidupan dan yang menghidupkan kembali di akhirat kelak. (Q.S. Muhammad :15-16).
c. Allah menciptakan bumi ini dalam keadaan baik dan sempurna. Adapun kerusakan-kerusakan yang terjadi yang berakibat petaka, musibah, serta bencana alam dan sebagainya hanyalah karena ulah tangan manusia itu sendiri.
d. Allah swt menerangkan bahwa Dia yang mengirimkan angin kesegala penjuru, memberi kabar gembira akan datangnya musin penghujan dengan turunnya hujan, tumbuh-tumbuhan yang telah layu, kering, tandus bahkan hamper mati, akan kembali subur kemudian akan menghasilkan bemacam-macam buah-buhan yang sangat berguna bagi manusia.
Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, dan Nasai dari Abu Musa Al Asy’ary. Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda : Perumpamaan ilmu dan petunjuk yang akan aku diutus untuk menyampaikannya adalah seperti hujan lebat yang menimpa bumi. Maka ada di antara tanah itu yang bersih (subur) dan dapat menerima hujan itu, lalu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak. Tetapi, ada pula di antaranya tanah yang lekang (keras) yang tidak meresapi air hujan itu dan tidak menumbuhkan sesuatu apa pun. Tanah itu dapat menahan air (mengumpulkannya) sehingga manusia dapat mengambil manfaat dari air itu, maka dapat minum, mengairi, bercocok tanam. Tanah-tanah yang beraneka ragam itu adalah perumpamaan bagi orang yang dapat memahami agama Allah. Lalu ia mendapat manfaat dari petunjuk-petunjuk itu dan mengajarkannya kepada manusia, dan perumpamaan pula bagi orang-orang yang tidak memedulikannya dan tidak mau menerima petunjuk itu. Nabi Muhammad SAW memberikan predikat (julukan) Al Hadi (orang yang memberi manfaat untuk dirinya, orang yang dapat memahami agama Allah untuk dirinya dan mengamalkannya) dan Al Muhtadi (orang yang dapat manfaat untuk dirinya dengan memahami agama Allah dan memberikan manfaat kepada orang lain), dan memberikan predikat Al Jahid kepada golongan ketiga yang tiada manfaat untuk dirinya dengan tidak mau memahami agama Allah dan tidak dapat memberikan manfaat untuk orang lain.
Kesimpulan Q.S. Al A’raaf : 56-58 :
1. Larangan berbuat kerusakan di muka bumi karena bumi sudah diciptakan baik untuk manusia
2. Perintah berdo’a kepada Allah dengan rasa takut (tidak diterima) dan penuh harap (agar diterima)
3. Allah SWT telah memberikan rahmat berupa angin yang membawa awan menjadi hujan
4. Dengan air hujan Allah menumbuhkan beraneka ragam tumbuhan
5. Allah Maha Kuasa dalam menciptakan tanah yang subur dan yang tandus
5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Al-A’raf ayat 56-58
a. Tidak suka berbuat kerusakan
b. Rajin berdoa kepada Allah
c. Gemar berbuat kebaikan
d. Selalu mengambil pelajaran (i’tibar) dari peristiwa alam
e. Selalu bersyukur kepada Allah
f. Manusia memperoleh kebutuhan hidupnya di bumi. Manusia sebagai khalifah-Nya diharapkan dapat menjaga dengan baik supaya bumi tidak rusak yang merugikan manusia itu sendiri.
g. Peduli terhadap kelestarian alam, berbuat sesuatu disertai rasa tanggung jawab, serta banyak berdoa kepada Allah swt dengan rasa takut (khawatir tidak diterima) dan berharap (agar doanya dikabulkan), sehingga terhindar dari perbuatan yang tidak baik apalagi merugikan pihak lain.
h. Senantiasa berhati-hati dalam kehidupan di bumi, karena sekecil apapun yang dibuat, kelak akan diminta tanggung jawabnya di akhirat.
i. Berupaya meningkatkan pemahaman agama Allah yang benar agar mampu memberi manfaat kepada orang lain seperti contoh tanam-tanam tumbuh subur dan berbuah yang memberi manfaat.
C. AL-QUR’AN SURAH SAD AYAT 27
1. Membaca
Bacalah Q.S. Sad ayat 27 berikut dengan bacaan yang benar!
image
Artinya : ”Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka”. (Q.S. Sad (38):27)
2. Tulislah lafal terjemahan kata dari :
                                                : dan tidak
                                                : kami ciptakan
                                                : dan apa-apa daiantara keduanya
                                                : sia-sia, tanpa hikmah
                                               : sangkaan
                                               : bagi orang-orang yang
                                              : dari azab neraka
                                              : pantaskah kami jadikan
                                              : seperti orang-orang yang membuat kerusakan
                                              : seperti orang-orang yang berdosa
3. Penerapan ilmu tajwid dalam Q.S. Sad ayat 27, isilah lafalnya.

No
Lafal
Nama Bacaan
Cara Membaca
Sebab/Karena
1.
2.
3.
4.
5.
  Mad wajib muttasil
Mad layin
Tanda waqaf aula
Mad layin
Mad ‘arid lis sukun
Panjang 5-6 harakat
Membaca lunak (… ai)
lebih baik waqaf (berhenti)
Membaca lunak (… ai)
panjang 4-6 harakat
Ada hamzah sesudah mad tabi’i
Ada ya’ sukun (mati)
sesudah fathah
-
Ada ya’ sukun (mati) sesudah fathah
Mad tabi’i bertemu satu huruf dibaca waqaf
4. Kandungan Q.S. Sad ayat 27
a. Alam semesta diciptakan oleh Allah swt sangat banyak manfaatnya bagi umat manusia. Sesuai Q.S. Al-Baqarah ayat 164. Seluruh kebutuhan manusia telah disediakan oleh Allah swt dan bagaimana manusia dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk manusia itu sendiri di muka bumi ini.
b. Manusia diciptakan Allah hanya untuk menyembah dan mengabdi kepada-Nya, melestarikan lingkungan dengan cara menjaga, merawat, tidak merusaknya merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada Allah swt.
c. Orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt tidak akan diperlakukan oleh Allah sama dengan orang-orang yang durhaka dan kafir terhadap-Nya.
5. Sikap dan perilaku yang mencerminkan Q.S. Sad ayat 27
a. Dapat mengambil hikmah dari penciptaan alam semesta
b. Selalu beriman kepada Allah
c. Suka beramal soleh
d. Tidak berbuat kerusakan
e. Orang yang beriman akan menjaga lingkungan
f. Seseorang akan bertambah kuat imannya apabila mau berpikir dan merenung tentang keberadaan alam semesta ini serta segala isinya termasuk dirinya. Sesuai Q.S. Ali-Imran ayat 190 dan 191.
g. Orang yang beriman akan memanfaatkan seluruh isi alam ini dengan sebaik-baiknya dan berusaha untuk memelihara, melestarikan, serta menjaga dari kerusakan. Sesuai Q.S. Fatir ayat 27-28.
h. Orang yang beriman kepada Allah swt akan tumbuh kesadaran untuk selalu berbuat baik dan beramal tanpa ada rasa terpaksa. Sesuai Q.S. Fatir ayat 19-22.
D. Penerapan Sikap dan Perilaku
Beberapa perilaku yang dapat diterapkan berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut :
1. Tidak membuang sampah sembarangan
2. Memilah dan memilih sampah yang dapat didaur ulang dengan yang tidak
3. Menanam pohon agar lingkungan menjadi hijau dan segar
4. Tidak suka membunuh hewan sembarangan karena bisa merusak ekosistem
5. Berhemat dalam memakai peralatan dan bahan baker
6. Tidak membuat polusi terhadap udara
7. Hemat dalam menggunakan listrik dan air bersih
8. Mulai melakukan pola sehat dan dimulai dari diri sendiri
9. Gemar mencari cara yang hemat dan tepat guna serta memberitahukan kepada lingkungan sekitar
10. Sering mencari informasi mengenai cara menjaga lingkungan yang baik, khususnya pada lembaga yang berkompeten
11. Menyadari bahwa melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.
TUGAS KEGIATAN BELAJAR 1
Diskusikan bersama teman sekelompok belajarmu, kemudian hasilnya kamu tulis pada selembar kertas!
1. Apakah yang pernah dilakukan jika melihat orang membuang sampah di sungai atau di parit?
2. Apa yang kamu lakukan, jika kamu melihat orang memotong tanaman perindang untuk memberi makan hewan ternak piaraannya?
TES FORMATIF 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebutkan nama hukum bacaan sesuai kaidah ilmu tajwid serta berikan alasan apa sebabnya pada lafal yang bergaris bawah dalam ayat berikut!
image
Jawab: …………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. Apa nama tanda-tanda waqaf berikut!

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Jawab: …………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3. Apakah yang menyebabkan manusia sering membuat kerusakan di bumi maupun di laut ?
4. Tulislah dari ayat-ayat di atas pada hukum bacaan :
     a. Ikhfa Syafawi
     b. Idzhar Syafawi
     c. Qalqalah Shugra
     d. Mad Iwadl
     e. Tafkhim
     f. Iqlab
     g. Mad Jaiz Munfashil
     h. Idgham Bighunnah
     i. Mad Wajib Muttashil
     j. Mad Shilah Qashiroh